|
|
|
HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA - GUYANA |
|
I. POLITIK
Hubungan bilateral Indonesia–Guyana secara resmi dimulai sejak
penyerahan Surat-surat Kepercayaan Dubes R.I Drs. Subagiyo
Wiryohadisubroto kepada Presiden Bharrat Jagdeo pada tanggal 15
Mei 2000, dan menjadi wilayah rangkapan KBRI Paramaribo. Sejak
itu hubungan bilateral antara ke dua negara khususnya di bidang
politik, ekonomi, sosial budaya, penerangan, dan pendidikan
terus diupayakan untuk ditingkatkan dalam rangka untuk penguatan
persahabatan, solidaritas dan kerjasama di fora internasional.
Jumlah penduduk Guyana relatif kecil, namun lebih besar daripada
Suriname, dan dinilai penting bagi Indonesia, khususnya bila
dilihat pada prinsip
one state-one vote di PBB atau di fora internasional
lainnya. Guyana merupakan negara Karibia yang cukup aktif dalam
mendukung posisi dan pencalonan keanggotaan Indonesia di
berbagai badan regional, multilateral dan internasional, selain
secara konsisten mendukung integritas wilayah NKRI.
Dalam konflik Irak, Guyana mempunyai posisi yang sama dengan
Indonesia, bahwa masalah Irak harus diselesaikan melalui
keputusan PBB dengan penyelesaian damai melalui jalur diplomatik
dan penghormatan terhadap kedaulatan suatu negara merdeka.
Meskipun pelaksanaan hubungan di bidang politik antara ke dua
negara belum maksimal, namun telah menunjukkan adanya
peningkatan. Upaya Indonesia untuk terus melakukan pendekatan
dalam rangka memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para
pejabat pemerintah, parlemen, parpol, kalangan pers, pengusaha,
dan masyarakat setempat mengenai kebijakan-kebijakan Indonesia
dalam berbagai masalah dalam negeri Indonesia, telah memperoleh
tanggapan positif dari pemerintah Guyana.
Dukungan Guyana dalam pencalonan Indonesia pada berbagai
keanggotaan organisasi internasional, a.l.:
-
Dr. Jannes Hutagalung sebagai Presiden The International
Fund for Agricultural Development (IFAD) pada pemilihan
yang diadakan pada sesi ke-28 Governing Council,
tanggal 16-17 Februari 2005 di Roma, Italia.
-
Keanggotaan Indonesia di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB
(ECOSOC) pada SMU-PBB ke-58 di New York.
-
Keanggotaan Tidak Tetap Indonesia pada DK-PBB periode
2007-2008 pada SMU-PBB ke-61 tahun 2006.
-
Keanggotaan Indonesia di Dewan HAM 2007-2010.
-
Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO (International Civil
Aviation Organization) Kategori III 2007-2010 pada Sidang
ke-36 Majelis ICAO 2007 di Montreal, Kanada, September
(dalam proses).
Pencalonan Dr. Efransjah sebagai Direktur Eksekutif ITTO
(International Tropical Timber Organization) pada Sidang ke-42
ITTO di Port Moresby, 7-12 Mei 2007.
-
Keanggotaan Indonesia pada Executive Board WHO 2007-2010
pada Sidang ke-60 WHO di Jenewa, 14-23 Mei 2007.
Keanggotaan Indonesia pada Dewan IMO (International Maritime
Organization) Kategori C pada Sidang ke-25 Majelis IMO di
London, 19-30 November 2007 (dalam proses).
II. EKONOMI /
PERDAGANGAN
Neraca Perdagangan Indonesia-Guyana
(dalam ribuan US$)
|
Tahun |
|
Impor |
Saldo |
Volume |
|
2001 |
912.000 |
0 |
+
912.000 |
912.000 |
|
2002 |
893.000 |
0 |
+
893.000 |
893.000 |
|
2003 |
880.000 |
0 |
+
880.000 |
880.000 |
|
2004 |
967.000 |
0
|
+
967.000 |
967.000 |
|
2005 |
na |
0 |
na |
na |
NERACA PERDAGANGAN INDONESIA
- GUYANA
2001 - 2006
(Nilai: Ribu
US$)
|
URAIAN |
2001 |
2002 |
2003 |
2004 |
2005 |
TREND(%) 2001-2005 |
Jan-Des |
PERUB |
|
2005 |
2006 |
|
TOTAL PERDAGANGAN |
912,5 |
866,6 |
905,6 |
1.058,5 |
1.024,2 |
4,40 |
1.024,2 |
1.743,2 |
70,21 |
|
MIGAS |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,00 |
0,0 |
0,00 |
0,00 |
|
NON MIGAS |
912,5 |
866,6 |
905,6 |
1.058,5 |
1.024,2 |
4,40 |
1.024,2 |
1.743,2 |
70,21 |
|
EKSPOR |
912,5 |
866,6 |
853,3 |
729,4 |
693,5 |
-6,96 |
693,5 |
1.674,6 |
141,47 |
|
MIGAS |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,00 |
0,0 |
0,0 |
0,00 |
|
NON MIGAS |
912,5 |
866,6 |
853,3 |
729,4 |
693,5 |
-6,96 |
693,5 |
1.674,6 |
141,47 |
|
IMPOR |
0,0 |
0,0 |
52,3 |
329,1 |
330,7 |
0,00 |
330,7 |
68,7 |
-79,23 |
|
MIGAS |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,00 |
0,0 |
0,0 |
0,00 |
|
NON MIGAS |
0,0 |
0,0 |
52,3 |
329,1 |
330,7 |
0,00 |
330,7 |
68,7 |
-79,23 |
|
NERACA PERDAGANGAN |
912,5 |
866,6 |
800,9 |
400,3 |
362,8 |
-23,03 |
362,8 |
1.605,9 |
342,60 |
|
MIGAS |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,0 |
0,00 |
0,0 |
0,0 |
0,00 |
|
NON MIGAS |
912,5 |
866,6 |
800,9 |
400,3 |
362,8 |
-23,03 |
362,8 |
1.605,9 |
342,60 |
Sumber:
Badan Pusat Statistik (diolah Pusdata Dep. Perdagangan)
-
Pada Guyana Trade Fair bulan Oktober 2006, untuk
pertama kali KBRI Paramaribo ikut berpartisipasi dengan
menyewa sebuah stand, yang dilengkapi dengan berbagai brosur
penerangan mengenai Indonesia. Pada tahun 2007, direncanakan
KBRI akan ikut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai
produk ekspor Indonesia yang jauh lebih lengkap.
III. SOSIAL BUDAYA
-
Sejak tahun anggaran 2003, Indonesia mulai
menawarkan beasiswa program tingkat pasca sarjana (S-2)
kepada Guyana dalam rangka kemitraan antar negara berkembang
(KNB). Tawaran ini disambut baik dengan mengirimkan seorang
calon yang lulus seleksi panitia beasiswa Depdiknas RI dari
5 (lima) calon yang diajukan. Untuk program tahun 2004,
calon yang sudah lulus seleksi mengundurkan diri karena
Guyana memperketat persyaratan pengikat bagi warganya yang
menerima beasiswa asing (G to G), yaitu harus memberikan
jaminan uang/sertifikat tanah bahwa yang bersangkutan akan
kembali untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Guyana
setelah selesai mengikuti program beasiswa.
-
Promosi citra positif Indonesia melalui
kegiatan pengenalan dan pementasan seni budaya Indonesia
kepada masyarakat Guyana, diselenggarakan minimal sekali
setahun bertepatan dengan resepsi diplomatik HUT RI di depan
pejabat-pejabat pemerintah, anggota parlemen, pengusaha,
pers, para korps diplomatik. Pada bulan Mei 2005, untuk
memperkuat upaya promosi diselenggarakan acara Indonesian
Cuisine and Culture Festival bekerja sama dengan
manajemen Hotel Le Meredian Pegasus, Georgetown. Acara
tersebut memperoleh perhatian yang sangat baik dari berbagai
kalangan warga Guyana maupun wisatawan di Georgetown.
-
Sebagai upaya untuk melengkapi para tokoh
pendiri GNB (Gerakan Non Blok), yang patung berwujud kepala
dari tokoh-tokoh GNB seperti Jawarhalal Nehru (India), Gamal
Abdul Naser (Mesir), Kwame Nkhrumah (Ghana), dan Joseph Broz
Tito (Yugoslavia) sudah terpasang di Taman Nasional Trust
Georgetown, KBRI Paramaribo minta ijin untuk memasang patung
kepala Ir.Soekarno (Presiden pertama Indonesia). Permintaan
KBRI disetujui dengan catatan agar Guyana diberi dokumen
penunjang tentang peranan Ir.Soekarno tersebut dan biaya
pemasangannya ditanggung Indonesia. Menlu Guyana berusaha
membantu dengan berupaya menghubungi sejumlah negara anggota
GNB, terutama anggota-anggota lama pada Sidang ke-59 MU-PBB
di New York bulan September 2004. Namun hingga saat ini,
belum ada perkembangannya.
IV.
PENERANGAN
-
Hubungan bilateral di bidang penerangan
antara R.I Guyana dapat dikatakan sangat baik dan
tidak mengalami hambatan yang berarti. KBRI mempunyai
hubungan dan kerjasama yang baik dengan semua media cetak
maupun elektronik yang ada di negara-negara akreditasi.
Semua media massa setempat tersebut boleh dikatakan cukup
aktif menayangkan berita tentang Indonesia, dengan
sepenuhnya mengambil sumber pemberitaan media cetak dan
elektronik nasional Indonesia, CNN maupun BBC. Informasi
yang ditayangkan pada umumnya cukup berimbang dan dapat
dikatakan tidak ada yang menunjukkan anti atau tidak
bersahabat dengan pemerintah R.I.
-
Pada berbagai kesempatan, KBRI memberikan
bahan-bahan berita terkini tentang Indonesia dan bahan-bahan
citra positif Indonesia, promosi budaya dan pariwisata, atau
penyelenggaraan pameran mini pada saat resepsi diplomatik
HUT RI.
V. PERTAHANAN DAN
KEAMANAN
Dalam bidang pertahanan dan
keamanan antara Indonesia dan Guyana masih terbatas pada
kegiatan saling tukar informasi situasi yang berkembang di
masing-masing negara dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang
berkaitan dengan masalah pertahanan dan keamanan.
VI. TENAGA
KERJA INDONESIA (TKI)
TKI yang
bekerja di Guyana semuanya laki-laki dan umumnya bekerja di
perusahaan perkayuan. Sampai dengan akhir Desember 2005
jumlahnya 147 orang, dengan rincian sebagai berikut:
-
Perusahaan Perkayuan Malaysia UNAMCO, 3
orang
-
Perusahaan Perkayuan Malaysia BARAMA, 135
orang
-
Perusahaan Perkayuan Guyana DTL, 1
orang
-
Perusahaan Emas Brazil, 1 orang
-
Perusahaan Perkayuan Guyana JOP DEVELOPERS, 5 orang
-
Perusahaan Perkayuan Guyana VARIETY WOODS, 2
orang
Sebagai catatan, ada seorang WNI wanita tinggal
di Guyana, isteri diplomat Inggris yang bertugas di Kedubes
Inggris, Georgetown.
|
|
|
|
|
|
|
INDONESIA - THE ULTIMATE IN
DIVERSITYY |
|
|
|
|
|
PENGUMUMAN |
|
|
|
|
|
|
|
|
JAM KERJA
|
|
Senin - Jum'at |
|
08.00 - 16.00 |
|
Istirahat 12.00 - 12.30 |
|
|
|
|
|
|
|
PENGUNJUNG
|
|
Online |
|
 |
|
|
|
|