|
Sehubungan dengan wafatnya mantan Presiden
ke-4 Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman
Wahid pada tanggal 30 Desemer 2009 di
Jakarta, Kuasa Usaha a.i. Agus Mursito
beserta Keluarga Besar KBRI Paramaribo turut
berduka cita disertai panjatan do’a kiranya
kekhilafan almarhum semasa hidupnya
memperoleh ampunan dan rahmat serta diterima
semua amal ibadahnya oleh Allah SWT. Kepada
keluarga almarhum yang ditinggalkan, semoga
diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan
iman.
Berkaitan dengan itu, KBRI Paramaribo
mengibarkan bendera setengah tiang selama 7
(tujuh) hari mulai Kamis tanggal 31 Desember
2009 s/d Rabu tanggal 6 Januari 2010, baik
di KBRI maupun di Wisma Kepala Perwakilan
RI. Pada saat yang bersamaan menyampaikan
Circular Note kepada Pemerintah Suriname dan
Guyana, perwakilan diplomatik/konsul
kehormatan/organisasi internasional di
Paramaribo, serta masyarakat WNI dan
masyarakat setempat, selain mengenai
wafatnya K.H. Abdurrahman Wahid juga
mengenai condolence book mulai 5-6 Januari
2010, mengingat pada saat yang sama mantan
Presiden pertama Suriname (1975-1980) H.E.
Mr. Johan Henri Eliza Ferrier (99 tahun),
meninggal dunia tanggal 4 Januari 2010 di
Belanda, dan Suriname menetapkan sebagai
hari berkabung nasional.
Pada
kesempatan hari pertama condolence book
telah hadir ke KBRI para pejabat tinggi
Suriname :
-
Presiden H.E. Runaldo Ronald Venetiaan
-
Wakil Presiden H.E. Mr. Ramdien Sardjoe
-
Ketua Parlemen Bapak Paul Salam
Somohardjo
-
Menteri Luar Negeri Lygia Louise Irene
Kraag-Leterdijk
-
Menteri Kesehatan, Menteri Tenaga
Kerja/Pembangunan Teknologi/ Lingkungan,
Menteri Pertanian/Peternakan/Perikanan,
Menteri Pertahanan, Menteri Pekerjaan
Umum, Menteri Dalam Negeri
-
Para Pejabat Eselon I dan II Kemlu,
termasuk Kepala Protokol Negara dan
Istana Kepresidenan.
Sedangkan para Kepala Perwakilan asing yang
hadir hampir semua dari 9 perwakilan asing
yang ada di Paramaribo, antara lain Dubes
India, Dubes Guyana, Dubes Belanda, Kuai
China dan Kuai Perancis. Selain itu hadir
masyarakat WNI dan masyarakat setempat
keturunan Jawa.
Pada hari kedua, selain Dubes Amerika
Serikat dan Brazil, sebagian masyarakat WNI
dan masyarakat setempat yang tidak dapat
hadir pada hari pertama, datang ke KBRI
memberikan ungkapan bela sungkawa. Secara
khusus pada hari Kamis malam, 7 Januari
2010, KBRI Paramaribo bersama jamaah Masjid
Barkatullah mengadakan doa bersama untuk
almarhum K.H. Abdurrahman Wahid.
|